Sabtu, 18 Juli 2026

Prabowo: Koperasi Merah Putih Bakal Putar Uang Rp223 Triliun di Desa

Photo Author
Delky Nofrizal, Korankita.com
- Senin, 13 Juli 2026 | 03:01 WIB
Peringatan Hari Koperasi ke-79 (Dok. BAKOM RI)
Peringatan Hari Koperasi ke-79 (Dok. BAKOM RI)
 
KORANKITA.COM | JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto optimistis program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi penggerak baru ekonomi pedesaan. Pemerintah memproyeksikan koperasi tersebut mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp223 triliun setiap tahun di desa-desa, sekaligus memperbaiki sistem penyaluran barang bersubsidi agar lebih tepat sasaran.

Dalam pidatonya pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026), Prabowo mengatakan dana yang berputar melalui aktivitas koperasi diharapkan tetap berada di desa sehingga mampu menggerakkan perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita proyeksikan KDKMP bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat sebesar Rp223 triliun tiap tahun yang akan beredar di desa-desa. Tidak keluar, tetapi berputar di desa-desa," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, KDKMP tidak hanya berfungsi sebagai lembaga usaha bersama, tetapi juga akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu sistem. Melalui koperasi tersebut, masyarakat akan memperoleh akses terhadap toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa, gudang logistik, hingga fasilitas penyimpanan berpendingin untuk menjaga kualitas hasil pertanian dan perikanan.

Salah satu peran strategis yang disiapkan pemerintah adalah menjadikan KDKMP sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang bersubsidi. Langkah ini diharapkan dapat memastikan bantuan pemerintah diterima oleh masyarakat yang berhak sekaligus mempersempit ruang penyalahgunaan, termasuk praktik penyelewengan dan penyelundupan barang subsidi.

"Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus," tegas Prabowo.

Pemerintah menilai model koperasi modern berbasis desa tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan, layanan kesehatan, dan distribusi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Selain memperkuat layanan, KDKMP juga diproyeksikan menjadi pembeli siaga (offtaker) bagi hasil panen petani, peternak, dan tangkapan nelayan. Melalui mekanisme ini, koperasi diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak yang selama ini kerap menekan harga di tingkat produsen.

Prabowo menyebut skema tersebut diperkirakan dapat meningkatkan pendapatan petani, peternak, dan nelayan hingga Rp202 triliun. Dengan adanya kepastian pasar dan dukungan infrastruktur penyimpanan, hasil produksi masyarakat desa diharapkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Menutup sambutannya, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa mendukung implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang akan dikembangkan secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintah berharap koperasi dapat menjadi instrumen utama untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke tingkat desa.

 
 
 

Editor: Delky Nofrizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X