KORANKITA.COM | JAKARTA– Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi penggerak baru ekonomi desa dengan menghadirkan layanan terpadu yang menjangkau berbagai sektor, termasuk perikanan. Melalui program ini, pemerintah berencana membentuk koperasi nelayan yang dilengkapi fasilitas modern, mulai dari pabrik es, gudang pendingin (cold storage), hingga kapal penangkap ikan yang dikelola secara kolektif.
Dalam pidatonya pada Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7), Prabowo menjelaskan KDKMP dirancang bukan hanya sebagai wadah usaha bersama, tetapi juga sebagai pusat pelayanan ekonomi desa yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu sistem.
Menurut Prabowo, setiap koperasi akan dilengkapi kantor layanan, toko sembako, unit simpan pinjam, apotek desa, hingga fasilitas logistik yang mendukung distribusi dan penyimpanan hasil produksi masyarakat.
"Di dalamnya ada kantor koperasi, toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa. Kita juga akan membuka apotek di desa dengan obat-obatan generik yang harganya lebih terjangkau," ujarnya.
Pemerintah juga akan membangun gudang penyimpanan dan ruang pendingin agar hasil pertanian maupun perikanan tidak cepat rusak sebelum dipasarkan. Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mengurangi kerugian pascapanen sekaligus meningkatkan nilai jual produk desa.
Selain memperkuat rantai distribusi, pemerintah akan menjadikan KDKMP sebagai jalur utama penyaluran berbagai barang bersubsidi. Langkah ini dilakukan agar bantuan pemerintah diterima langsung oleh masyarakat yang berhak dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan perdagangan.
Prabowo menegaskan barang-barang yang memperoleh subsidi negara tidak boleh diperjualbelikan secara bebas karena diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Perhatian pemerintah juga diarahkan kepada sektor perikanan. Prabowo mengatakan koperasi nelayan akan dibangun sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir dengan fasilitas yang selama ini sulit dijangkau nelayan tradisional.
Ia menyebut untuk pertama kalinya koperasi nelayan akan memiliki gudang pendingin dan pabrik es sehingga nelayan dapat membawa es saat melaut. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menjaga kualitas ikan sejak ditangkap hingga dipasarkan, sehingga harga jual dapat meningkat dan pendapatan nelayan lebih stabil.
Selain itu, pemerintah akan menyediakan kapal-kapal berukuran besar yang dimiliki dan dioperasikan oleh koperasi nelayan. Skema tersebut tidak diberikan dalam bentuk hibah, melainkan pembiayaan yang dikembalikan secara bertahap melalui hasil usaha penangkapan ikan.
Menurut Prabowo, pola pembiayaan itu dirancang agar koperasi tumbuh sebagai lembaga ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan dukungan sarana produksi, penyimpanan, dan akses pembiayaan, pemerintah berharap koperasi mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di berbagai daerah.
Artikel Terkait
Terinspirasi Pidato Prabowo, Penggerak Koperasi Sukabumi Optimistis Koperasi Kembali Jadi Pilar Ekonomi Desa
Pengurus Optimistis Koperasi Merah Putih Mampu Menggerakkan Ekonomi Rakyat