Sabtu, 18 Juli 2026

Bahlil Pastikan Warga Lokal Jadi Prioritas di Proyek Raksasa Masela

Photo Author
Delky Nofrizal, Korankita.com
- Kamis, 16 Juli 2026 | 17:10 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Dok. BAKOM RI)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (Dok. BAKOM RI)

KORANKITA.COM | KEPULAUAN TANIMBAR – Pemerintah memastikan masyarakat lokal akan menjadi prioritas utama dalam perekrutan tenaga kerja di Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Langkah ini diiringi dengan program peningkatan kualitas sumber daya manusia agar putra-putri daerah siap mengisi kebutuhan industri migas.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai program pendidikan bagi generasi muda Tanimbar. Sejumlah warga bahkan telah dikirim untuk menempuh pendidikan khusus di Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Cepu.

"Mereka yang sudah disekolahkan akan kita serap untuk bekerja di Proyek Blok Masela," ujar Bahlil saat menghadiri groundbreaking PSN LNG Abadi Masela, Kamis (16/7/2026).

Menurut Bahlil, tenaga kerja profesional yang dibutuhkan proyek tersebut akan diprioritaskan berasal dari masyarakat setempat. Rekrutmen dari daerah lain maupun tenaga asing hanya dilakukan apabila kebutuhan belum dapat dipenuhi oleh SDM lokal.

Baca Juga: 28 Tahun Dinanti, Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek Raksasa LNG Abadi Masela

Ia menegaskan, kehadiran investasi tidak boleh membuat masyarakat sekitar hanya menjadi penonton. Karena itu, pemerintah ingin manfaat proyek strategis ini benar-benar dirasakan oleh warga Tanimbar.

Selama tahap konstruksi, proyek LNG Abadi Masela diperkirakan menyerap sekitar 12.000 tenaga kerja langsung. Dampak ekonominya juga diproyeksikan mampu menciptakan hingga 36.000 lapangan kerja tidak langsung di berbagai sektor pendukung.

Setelah memasuki tahap operasi, proyek tersebut diperkirakan masih membutuhkan sekitar 1.000 tenaga kerja, dengan komitmen pemerintah agar mayoritas diisi oleh putra-putri daerah.

Tak hanya tenaga kerja, Bahlil juga meminta agar pelaku usaha lokal mendapat ruang lebih besar dalam rantai pasok pembangunan proyek. Kebijakan itu, kata dia, merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar investasi mampu menggerakkan perekonomian daerah.

Baca Juga: Gagal Lelang Rp26,46 Miliar, DPR Pastikan Proyek OSS BKPM Tak Mangkrak: Pengembangan Tetap Berlanjut

Di sisi lain, Bahlil mengingatkan pemerintah daerah untuk menjaga tata kelola proyek tetap bersih. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam proses pelaksanaan maupun perekrutan tenaga kerja.

"Jangan karena tim sukses lalu dipaksakan masuk. Semua harus profesional," tegasnya.

Bahlil juga meminta aparat penegak hukum mengawal pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut agar berjalan sesuai aturan. Menurutnya, tujuan utama pembangunan Blok Masela adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Rakyat harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaat dari proyek ini. Itulah tujuan utama pembangunan," katanya.

Editor: Delky Nofrizal

Sumber: BAKOM RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X