Sabtu, 18 Juli 2026

Viral Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah, Tim Gegana Sterilisasi Sekolah dan Evakuasi Siswa

Photo Author
Delky Nofrizal, Korankita.com
- Senin, 13 Juli 2026 | 18:51 WIB
Menyoroti viralnya kasus dugaan teror bom di kawasan SD Srengseng, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026. (Instagram.com/@jakarta.terkini)
Menyoroti viralnya kasus dugaan teror bom di kawasan SD Srengseng, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Senin, 13 Juli 2026. (Instagram.com/@jakarta.terkini)
KORANKITA.COM | JAKARTA – Sebuah pesan singkat berisi ancaman bom yang diterima pegawai tata usaha dan seorang guru SDN 15 Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, memicu kepanikan pada Senin (13/7/2026). Aparat kepolisian bergerak cepat dengan menerjunkan Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya untuk mensterilisasi seluruh area sekolah dan memastikan tidak ada ancaman nyata terhadap keselamatan warga sekolah.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah beredar luas di media sosial. Dalam unggahan akun Instagram @jakarta.terkini disebutkan bahwa pengirim pesan, yang diduga orang tak dikenal, mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi segera melakukan penyisiran menyeluruh di setiap sudut sekolah. Langkah sterilisasi dilakukan sebagai prosedur standar untuk memastikan keamanan siswa, guru, dan tenaga kependidikan, sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya.

Di saat yang sama, penyelidikan juga difokuskan pada pelacakan identitas pengirim pesan ancaman untuk mengungkap motif serta memastikan apakah ancaman tersebut merupakan aksi teror atau sekadar upaya menebar kepanikan.

Guru kelas V SDN 15 Srengseng Sawah, Subekhi, mengatakan pesan ancaman diterima ketika seluruh siswa dan guru sedang mengikuti upacara bendera pada Senin pagi. Meski situasi sempat menimbulkan kepanikan, pihak sekolah berupaya menjaga suasana tetap kondusif.

"Salah satu guru menerima pesan teror saat kami sedang melaksanakan upacara. Kami mengondisikan agar situasi tetap tenang," ujar Subekhi.

Ia menjelaskan, isi pesan menyebutkan adanya bom di beberapa titik di lingkungan sekolah. Pesan tersebut diterima oleh pegawai tata usaha dan guru kelas I.

Setelah menerima informasi tersebut, pihak sekolah segera melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT dan Polsek Jagakarsa. Atas arahan kepolisian, seluruh siswa diminta tetap berada di lapangan sebelum akhirnya dipulangkan secara bertahap demi alasan keamanan.

"Sambil itu saya melapor kepada Ketua RT dan Polsek. Kami juga mendapat imbauan dari kepolisian agar anak-anak tetap berada di lapangan dan tidak masuk ke kelas," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung mengambil langkah pengamanan.

"Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu," ujar Nurma.

Proses penanganan di lokasi melibatkan Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya, Densus 88 Antiteror, Tim Inafis, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan. Hingga proses pemeriksaan berlangsung, aparat masih melakukan sterilisasi dan penyelidikan untuk memastikan validitas ancaman sekaligus memburu pengirim pesan.

Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai ditemukannya bahan peledak di lingkungan sekolah. Aparat mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.

 
 
 

Editor: Delky Nofrizal

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X