Sabtu, 18 Juli 2026

Ngaku Iseng Sebar Ancaman Bom ke SD, Polisi Selidiki Kejiwaan dan Motif Sebenarnya Pelaku

Photo Author
Delky Nofrizal, Korankita.com
- Selasa, 14 Juli 2026 | 16:09 WIB
Polisi dalami motif pelaku mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.  (Dok. Polri.go.id)
Polisi dalami motif pelaku mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (Dok. Polri.go.id)
KORANKITA.COM | JAKARTA – Polda Metro Jaya masih mendalami motif pria berinisial MY yang diduga mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Meski pelaku mengaku hanya "iseng", penyidik belum menerima alasan tersebut begitu saja.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imannudin mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, MY mengaku mengirim ancaman bom tanpa motif tertentu.

"Sementara hasil permintaan keterangan, yang bersangkutan mengaku hanya iseng," ujar Iman kepada wartawan, Senin (13/7/2026).

Namun, menurut Iman, kepolisian tetap melakukan pendalaman untuk memastikan motif sebenarnya di balik aksi yang sempat memicu kepanikan di lingkungan sekolah tersebut.

Penyidik kini menelusuri latar belakang pelaku, riwayat kehidupannya, hingga kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak lain. Polisi juga mendalami apakah terdapat faktor pribadi yang memengaruhi tindakan tersebut.

"Kami tidak percaya begitu saja. Kami terus melakukan pendalaman terhadap pelaku, latar belakangnya, serta kemungkinan keterhubungan dengan pihak-pihak lain," kata Iman.

Dari hasil pemeriksaan sementara, penyidik menemukan indikasi pelaku pernah mengungkapkan kekecewaan dalam kehidupan pribadinya. Meski demikian, polisi menegaskan kekecewaan itu tidak berkaitan langsung dengan pihak sekolah.

Baca Juga: Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Polisi Duga Siswa Terinspirasi Kasus Serupa dan Korban Perundungan

Untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi pelaku, penyidik akan melibatkan psikologi forensik. Pemeriksaan juga dilakukan dengan pendekatan scientific crime investigation (SCI), termasuk analisis barang bukti digital dan pemeriksaan forensik.

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech mengatakan pendekatan ilmiah diperlukan agar penyidik dapat mengungkap motif secara komprehensif, sekaligus memastikan ada atau tidaknya keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

Dalam pengembangan penyidikan, polisi juga menemukan bahwa MY diduga pernah mengirim pesan ancaman serupa kepada ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya.

Iman menjelaskan, peristiwa itu tidak pernah dilaporkan ke kepolisian karena ketua RT mengenal pelaku secara pribadi dan memilih menyelesaikannya melalui komunikasi secara langsung.

Baca Juga: Viral Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah, Tim Gegana Sterilisasi Sekolah dan Evakuasi Siswa

"Pesan serupa pernah dikirim kepada Ketua RT, tetapi saat itu tidak dilaporkan karena diselesaikan secara personal," ujarnya.

Fakta tersebut baru terungkap setelah polisi menyelidiki kasus ancaman bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi.

Kasus ini bermula saat kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung pada Senin (13/7/2026). Sekolah menerima pesan berisi ancaman bahwa terdapat 11 titik bom yang disebut siap diledakkan.

Halaman:

Editor: Delky Nofrizal

Sumber: Promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X