Sabtu, 18 Juli 2026

Misteri Kematian Kepala SPPG Bandung Jadi Sorotan, Polisi Selidiki Dugaan Tekanan Kerja

Photo Author
Delky Nofrizal, Korankita.com
- Senin, 13 Juli 2026 | 18:58 WIB
Menyoroti fakta di balik kasus kematian Kepala SPPG Pameungpeuk di area parkiran Mall Bandung.  (Dok. Instagram.com/@terasnegeriku)
Menyoroti fakta di balik kasus kematian Kepala SPPG Pameungpeuk di area parkiran Mall Bandung. (Dok. Instagram.com/@terasnegeriku)
 
KORANKITA.COM| BANDUNG – Kematian seorang Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pameungpeuk, Bandung, Jawa Barat, menjadi perhatian publik setelah ditemukan meninggal dunia di area parkir Kings Shopping Centre, Kota Bandung, Minggu (12/7/2026) pagi.

Korban yang diketahui berusia 26 tahun ditemukan dalam kondisi tergantung di lantai 12 gedung tersebut. Peristiwa ini kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematiannya.

Kapolsek Regol Bandung, Kompol Megawati Triyani, mengatakan pihaknya menerima laporan dari petugas keamanan dan teknisi pusat perbelanjaan sekitar pukul 06.30 WIB. Setelah menerima laporan, personel Polsek Regol bersama Tim Inafis Polrestabes Bandung langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Pada hari Minggu pukul 06.30 WIB kami menerima laporan dari teknisi dan satpam bahwa ada kejadian tersebut. Selanjutnya anggota bersama Tim Inafis turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP," ujar Megawati, Senin (13/7/2026).

Baca Juga: Prabowo Perintahkan Kades hingga Gubernur Awasi Dapur MBG, Siap Tindak Penyimpangan

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan korban dalam kondisi tergantung menggunakan seutas tali di lantai 12 gedung Kings Shopping Centre.

Selain melakukan olah TKP, penyidik juga mengamankan sejumlah barang milik korban, di antaranya telepon genggam, sandal, kartu tanda penduduk (KTP), serta sebuah surat tulisan tangan yang diduga dibuat oleh korban sebelum meninggal dunia.

Menurut Megawati, surat tersebut berisi permohonan maaf kepada keluarga. Polisi masih mendalami isi surat itu sebagai bagian dari proses penyelidikan dan belum menyimpulkan kaitannya dengan penyebab kematian korban.

Di media sosial, beredar salinan surat yang diduga ditulis korban. Dalam surat tersebut terdapat ungkapan permintaan maaf kepada keluarga serta rekan-rekan kerja. Korban juga menuliskan perasaan belum mampu menjalankan tanggung jawab sebagai Kepala SPPG dan merasa kinerjanya belum memenuhi harapan.

Baca Juga: Surat Kejagung Hentikan Pengumpulan Data MBG, Instruksi Mendadak Picu Tanda Tanya

Beredarnya isi surat tersebut memicu berbagai spekulasi di ruang publik, termasuk dugaan adanya tekanan pekerjaan maupun pergolakan batin yang dialami korban. Namun hingga kini, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Hingga Senin (13/7/2026), aparat masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

Apabila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami tekanan emosional, merasa putus asa, atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera berbicara dengan orang yang dipercaya atau mencari bantuan dari tenaga profesional. Dukungan sedini mungkin dapat membantu menghadapi situasi sulit.

 
 
 

Editor: Delky Nofrizal

Sumber: promedia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X