KORANKITA.COM | BANDUNG - Dugaan penipuan yang menyeret seorang oknum dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi sorotan publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial. Oknum dosen bergelar doktor berinisial DS itu dituding meminjam uang hingga Rp100 juta kepada seorang perempuan dengan alasan untuk membiayai riset, namun hingga kini disebut belum mengembalikannya.
Kasus tersebut mencuat setelah unggahan akun Threads @pl.byoci beredar luas dan kemudian diunggah ulang oleh akun Instagram @kabarmahasiswa.id pada Rabu (15/7/2026).
Dalam unggahan itu, pemilik akun meminta bantuan warganet untuk melacak keberadaan DS. Ia juga mengeklaim bahwa dosen tersebut mengaku telah bercerai saat mendekati korban.
Narasi yang beredar menyebut, korban bersedia meminjamkan uang sebesar Rp100 juta karena percaya dana tersebut akan digunakan untuk kepentingan riset akademik.
Namun, setelah dana diserahkan, uang itu disebut belum juga dilunasi. Korban mengaku kesulitan menghubungi maupun menagih pinjaman tersebut sehingga akhirnya memilih mengungkap peristiwa itu ke media sosial.
Viralnya unggahan tersebut memicu beragam respons dari warganet dan menyeret nama UPI sebagai institusi tempat terduga mengajar.
Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, membenarkan bahwa pihak universitas telah menerima laporan mengenai dugaan kasus tersebut.
Menurut Vidi, informasi itu telah diteruskan kepada pimpinan universitas untuk diproses sesuai mekanisme internal yang berlaku.
"Institusi memahami informasi tersebut dapat menimbulkan perhatian dan kekhawatiran, baik di kalangan sivitas akademika maupun masyarakat luas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7/2026).
UPI menegaskan akan menangani persoalan tersebut secara profesional dengan tetap menghormati hak seluruh pihak yang terlibat.
Vidi juga menekankan pentingnya mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga terdapat hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai dugaan tindak pidana tersebut. Identitas lengkap pihak yang diduga terlibat juga belum diungkap secara resmi oleh aparat penegak hukum. Dugaan penipuan ini masih menunggu proses klarifikasi dan penelusuran lebih lanjut.
Artikel Terkait
Dokter PPDS Ditemukan Tewas di Semak Dekat RSUD, Polisi: Seluruh Barang Korban Masih Utuh
Satire Duit Jampidsus Berujung Polisi Datang Jam 3 Pagi, Komika Mega Salsabillah Buka Kronologi