pemerintah

Prabowo Resmikan 5 Bendungan, Optimistis Indonesia Bertransformasi Jadi Lumbung Pangan Dunia

Senin, 13 Juli 2026 | 03:24 WIB
Presiden Prabowo Resmikan Bendungan Meninting (Dok. BAKOM RI)

KORANKITA.COM | LOMBOK – Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan baru yang tersebar di Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Aceh sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan, energi, serta ketersediaan air nasional. Di hadapan para pejabat dan masyarakat, Prabowo menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia sedang bergerak menuju posisi sebagai salah satu lumbung pangan dunia.

Kelima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, serta Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh. Infrastruktur tersebut memiliki total kapasitas tampung sekitar 371 juta meter kubik dan diproyeksikan mampu mendukung peningkatan produksi padi hingga 720.000 ton per tahun.

Menurut Prabowo, pembangunan bendungan menjadi fondasi penting untuk memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian sekaligus memperkuat kemandirian pangan nasional.

"Saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia. Dari yang sebelumnya terus mengimpor pangan, sekarang kita sudah mulai mengekspor ke berbagai negara," ujar Prabowo saat peresmian di Lombok, Jumat (10/07/2026).

Ia mengatakan, perubahan tersebut merupakan hasil dari upaya pemerintah memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur dasar yang menopang produktivitas petani. Salah satu indikatornya, kata Prabowo, adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras yang membuka peluang ekspor ke sejumlah negara.

Prabowo mengungkapkan, beberapa negara telah menyampaikan kebutuhan pasokan pangan dari Indonesia. Menurutnya, meningkatnya permintaan tersebut menunjukkan bahwa kapasitas produksi nasional mulai mendapat perhatian di tingkat internasional.

"Indonesia sekarang diminta membantu memasok kebutuhan pangan ke sejumlah negara. Ini menunjukkan bahwa kita berada di jalur yang benar," katanya.

Ia menilai pembangunan bendungan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga ketahanan nasional. Karena itu, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diminta memastikan seluruh bendungan dikelola secara profesional agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani.

Prabowo juga menekankan pentingnya distribusi air irigasi yang merata. Menurutnya, keberhasilan pembangunan bendungan baru akan ditentukan oleh kemampuan pemerintah memastikan air sampai ke lahan pertanian.

"Pastikan air yang dibutuhkan petani benar-benar sampai kepada petani. Mereka adalah produsen pangan, dan tanpa pangan tidak ada negara," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa lima bendungan tersebut dibangun untuk mendukung target swasembada pangan, energi, dan air sebagaimana menjadi bagian dari Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo.

Menurut Dody, infrastruktur tersebut akan melayani jaringan irigasi bagi sekitar 40.000 hektare lahan pertanian melalui sistem irigasi sepanjang kurang lebih 280 kilometer. Selain itu, bendungan mampu menyediakan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik serta membantu mengurangi potensi banjir di kawasan seluas sekitar 932 hektare.

Di sektor energi, bendungan juga diproyeksikan menghasilkan potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) sebesar 9,6 megawatt (MW) dan mendukung pengembangan pembangkit listrik tenaga surya terapung dengan kapasitas hingga 346 MW.

Dody berharap keberadaan lima bendungan tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dan sumber daya air nasional. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang terintegrasi akan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang mandiri di sektor pangan sekaligus lebih tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan energi di masa depan.

Tags

Terkini