Peserta bernama Femas disebut berpamitan untuk berjalan-jalan sendiri dan membeli sepatu di kawasan Myeongdong. Namun setelah itu, ia tak pernah kembali ke hotel maupun memberikan kabar kepada rombongan.
"Bertahun-tahun kami menjaga nama baik dan kepercayaan peserta. Rusak hanya karena satu orang," tulis akun tersebut dalam unggahannya yang viral pada Jumat (17/7/2026).
Berpamitan Beli Sepatu, Lalu Hilang Tanpa Jejak
Menurut tour leader, sebelum menghilang tidak ada tanda-tanda mencurigakan dari Femas. Ia dikenal pendiam dan bahkan sekamar dengan salah satu tour leader selama perjalanan.
Baca Juga: PHK via WhatsApp, Eks Promotor Vivo Gugat Rp135 Juta ke Pengadilan
Pihak travel mengaku telah beberapa kali memastikan kondisi peserta tersebut dan tidak menemukan kejanggalan.
Namun pada hari kejadian, Femas meminta izin untuk melihat-lihat dan membeli sepatu di kawasan Myeongdong seorang diri. Sejak saat itu telepon, WhatsApp, maupun pesan lainnya tak pernah mendapat respons.
Tim travel kemudian melakukan pencarian di lokasi terakhir hingga melaporkan kasus tersebut kepada pihak berwenang di Korea Selatan.
Travel Mengaku Kena Denda Rp125 Juta
Hilangnya salah satu peserta disebut membawa dampak besar bagi penyelenggara perjalanan.
Selain harus memberikan penjelasan kepada vendor dan otoritas Korea Selatan, pihak travel mengaku dikenai denda hingga Rp125 juta.
Mereka juga khawatir insiden tersebut dapat memengaruhi kepercayaan terhadap wisatawan Indonesia yang berkunjung secara legal.
Baca Juga: Ledakan Gudang Amunisi TNI Madiun, 1 Prajurit Tewas, 6 Terluka
Pihak travel juga mendatangi keluarga Femas di Madiun untuk mencari informasi.
Namun, menurut pengakuan mereka, ibu peserta berulang kali menyatakan tidak mengetahui keberadaan anaknya. Seiring pembicaraan berlangsung, keterangan yang diberikan disebut berubah-ubah.
Travel juga mengaku menemukan aplikasi penerjemah bahasa Korea di telepon genggam sang ibu, yang kemudian memunculkan berbagai dugaan di kalangan warganet. Meski demikian, belum ada bukti resmi yang menguatkan dugaan tersebut.
Muncul Dugaan Kabur untuk Bekerja Secara Ilegal
Kasus ini memicu spekulasi di media sosial bahwa Femas diduga sengaja menghilang untuk bekerja di Korea Selatan menggunakan visa wisata.
Sumber: Promedia
Artikel Terkait
Seperti Antre Bansos, Padahal Beli Pakai Duit”, Krisis BBM di Sumut Picu Amarah Warga
PHK via WhatsApp, Eks Promotor Vivo Gugat Rp135 Juta ke Pengadilan