bingkai-peristiwa

Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang, Polisi Duga Siswa Terinspirasi Kasus Serupa dan Korban Perundungan

Selasa, 14 Juli 2026 | 17:38 WIB
Menyoroti viralnya insiden ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan milik siswa di MAN 3 Padang, Sumatera Barat, pada Selasa, 14 Juli 2026. (Dok. Instagram.com/@padang_tv)
KORANKITA.COM | Padang- Insiden ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan di lingkungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatera Barat, menggegerkan dunia pendidikan. Polisi menduga bahan peledak berdaya ledak rendah itu dirakit oleh seorang siswa berusia 17 tahun yang kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Mayndra Eka Wardhana, mengatakan ledakan terjadi pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah menerima laporan dari pihak sekolah, aparat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Barang-barang yang ditemukan di antaranya sebuah kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, serta sejumlah benda lain yang kini sedang diperiksa penyidik.

"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang," ujar Mayndra.

Penyelidikan sementara mengungkap bahwa siswa tersebut diduga mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet. Berdasarkan pengakuan awal, ia juga disebut mengaku terinspirasi oleh kasus ledakan yang pernah terjadi di SMAN 72 Jakarta pada 2025.

"Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik," kata Mayndra.

Baca Juga: Ngaku Iseng Sebar Ancaman Bom ke SD, Polisi Selidiki Kejiwaan dan Motif Sebenarnya Pelaku

Meski sempat memicu kepanikan, insiden di MAN 3 Padang dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

Di sisi lain, penyelidikan juga mengarah pada dugaan adanya persoalan psikologis yang dialami terduga pelaku.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati, menyebut siswa berinisial R yang kini duduk di kelas XII diduga mengalami tekanan mental sebelum merakit bahan peledak tersebut.

"Diamankan seorang siswa kelas 12 inisial R yang dipicu masalah psikologis," ujar Susmelawati.

Menurutnya, hasil pemeriksaan awal menunjukkan terduga pelaku diduga kerap menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah. Kondisi itu diduga mendorongnya mengambil tindakan berbahaya dengan merakit bom berdaya ledak rendah.

"Sehingga dia membalas dengan jalan pintas membuat bom dengan ledakan rendah atau low explosive," katanya.

Baca Juga: Viral Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah, Tim Gegana Sterilisasi Sekolah dan Evakuasi Siswa

Meski demikian, polisi menegaskan seluruh dugaan motif masih didalami. Aparat juga masih melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti, saksi, serta menelusuri aktivitas digital terduga pelaku guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Hingga Selasa malam, kepolisian maupun pihak MAN 3 Padang belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan akhir. Polisi mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan menunggu informasi resmi dari aparat penegak hukum.

Halaman:

Tags

Terkini