nasional

Dari Panas dan Bocor, Kini Lebih Teduh: Kisah Wartawan yang Terbantu Program Ganti Atap Rumah

Kamis, 16 Juli 2026 | 15:44 WIB
Penggantian atap di rumah jurnalis Koran Gala dan KoranGala.id, Kiki Kurnia di Bandung dalam program ‘Ganti Atap Rumah Wartawan’. ( Dok. Koran Gala/Kiki)
KORANKITA.COM | BANDUNG – Bertahun-tahun bekerja menyuarakan persoalan masyarakat, jurnalis sekaligus editor Koran Gala dan KoranGala.id, Kiki Kurnia, tak pernah menyangka rumahnya sendiri akan menjadi penerima manfaat program sosial.

Melalui program "Ganti Atap Rumah Wartawan" yang digagas Promedia Group bersama PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), atap kamar utama rumah Kiki di Komplek Bumi Bhakti Abadi (BBA), Cijeruk, Desa Bojongsari, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, kini diganti menggunakan atap Alduro setelah sebelumnya memakai seng dan asbes.

Program tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan insan pers agar memiliki hunian yang lebih layak, aman, dan nyaman sehingga dapat menjalankan tugas jurnalistik dengan lebih optimal.

Pengerjaan Rampung Lebih Cepat

Penggantian atap dipimpin Junaeri yang datang langsung dari Jakarta setelah proses verifikasi rumah selesai dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Pekerjaan yang semula ditargetkan selesai dalam tiga hari berhasil dirampungkan hanya dalam dua hari, yakni pada 13–14 Juli 2026. Proses berlangsung lancar berkat kerja sama tim yang solid serta dukungan cuaca yang bersahabat.

Tak hanya mengganti atap, tim juga memperbaiki plafon kamar utama agar kondisi ruangan menjadi lebih sehat dan nyaman untuk dihuni.

Tak Menyangka Menjadi Penerima Manfaat

Kiki mengaku terharu karena selama ini dirinya lebih sering memberitakan kondisi warga yang membutuhkan bantuan. Kini, justru dirinya yang merasakan langsung kepedulian tersebut.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur terpilih dalam program ini. Selama menjadi jurnalis saya sering membantu mengusulkan melalui pemberitaan agar masyarakat yang membutuhkan mendapat perhatian. Kali ini, saya sendiri yang merasakan bantuan itu," ujarnya.

Belasan Tahun Hidup dengan Atap Panas dan Bocor

Kiki bercerita, selama bertahun-tahun kamar utamanya menggunakan atap asbes dan seng yang membuat ruangan terasa sangat panas saat musim kemarau.

Ketika hujan turun, suara yang ditimbulkan cukup bising. Bahkan, atap asbes pernah diterbangkan angin kencang hingga menyebabkan kamar utama kebanjiran.

Baca Juga: Dari Kepedulian Wartawan, Mushala Al Barkah Kini Berubah Jadi Tempat Ibadah yang Lebih Nyaman

Kini, setelah menggunakan atap baru, kondisi rumah berubah signifikan.

"Alhamdulillah sekarang kamar terasa jauh lebih adem dan nyaman. Mudah-mudahan ke depan tidak lagi mengalami kejadian atap terbawa angin seperti sebelumnya," katanya.

Berharap Menjangkau Lebih Banyak Wartawan dan Warga

Kiki menyampaikan apresiasi kepada Promedia Group, PT Sirkular Karya Indonesia (SKI), Alduro, serta seluruh tim pelaksana yang telah mewujudkan program tersebut.

Menurutnya, bantuan itu bukan sekadar memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kesejahteraan insan pers masih terus tumbuh.

Ia berharap program "Ganti Atap Rumah Wartawan" dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tidak hanya wartawan, tetapi juga masyarakat kurang mampu yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Halaman:

Tags

Terkini