beranda

Prabowo Perintahkan Kades hingga Gubernur Awasi Dapur MBG, Siap Tindak Penyimpangan

Senin, 13 Juli 2026 | 03:46 WIB
Perintah Presiden Prabowo Terkait MBG (Dok. Ilustrasi AI)
 
KORANKITA.COM | LOMBOK BARAT — Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah daerah, mulai dari gubernur, bupati, wali kota, camat hingga kepala desa, untuk mengawasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tersebut dinilai penting agar bantuan pangan bergizi bagi anak-anak tidak disalahgunakan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.

Saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/07/2026), Prabowo menegaskan MBG merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, ia meminta setiap indikasi penyimpangan segera dilaporkan.

"Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG harus terus berjalan, tetapi jangan sampai ada yang menyusup untuk menjadi maling di dalam program ini," ujar Prabowo.

Presiden memberikan kewenangan kepada kepala daerah hingga kepala desa untuk memeriksa operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di wilayah masing-masing. Hasil pengawasan, kata dia, dapat langsung disampaikan kepada Badan Gizi Nasional (BGN), bahkan kepada dirinya apabila ditemukan pelanggaran serius.

Baca Juga: Misteri Kematian Kepala SPPG Bandung Jadi Sorotan, Polisi Selidiki Dugaan Tekanan Kerja

Prabowo juga menginstruksikan jajaran TNI dan Polri ikut mengawal pelaksanaan program tersebut. Namun, pengawasan harus dilakukan secara profesional dan tidak dijadikan sarana mencari keuntungan pribadi."Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa, tetapi dengan niat memperbaiki, bukan mencari setoran," katanya.

Menurut Prabowo, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga akuntabilitas program. Kemudahan akses teknologi membuat publik kini dapat melaporkan dugaan penyimpangan secara cepat apabila menemukan ketidaksesuaian di lapangan.

Selain aspek pengawasan, Presiden menyoroti kualitas menu yang disajikan kepada penerima manfaat. Ia meminta pengelola dapur MBG tidak mengurangi porsi makanan demi menekan biaya. Menu, menurut dia, boleh sederhana, tetapi harus memenuhi standar gizi yang telah ditetapkan.

Prabowo bahkan mengingatkan Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, agar penyajian telur lebih mengutamakan telur rebus atau telur ceplok dibanding telur dadar yang dinilai lebih mudah dicampur dengan bahan lain sehingga berpotensi mengurangi nilai gizinya.

Presiden menegaskan, keberhasilan MBG akan sangat menentukan kualitas generasi mendatang. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi cukup sejak dini diyakini memiliki peluang lebih besar tumbuh sehat, memiliki kemampuan belajar yang baik, serta menjadi sumber daya manusia yang produktif di berbagai bidang.

Meski mengakui masih ada sejumlah daerah yang belum menikmati program tersebut, Prabowo memastikan pemerintah akan terus memperluas jangkauan MBG secara bertahap. Ia meminta masyarakat bersabar karena pelaksanaan program dilakukan menyesuaikan kesiapan infrastruktur dan kapasitas layanan di berbagai daerah.

Tags

Terkini