Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Krejengan, Gus Habiburrahman. Puluhan warga binaan mengikuti pengajian sebagai bagian dari program pembinaan untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, sekaligus membentuk karakter yang lebih baik selama menjalani masa pidana.
Baca Juga: Hotman Paris Dampingi Febrie, Jejak Kasus Korupsi Kembali Jadi Sorotan
Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho, menegaskan pembinaan keagamaan menjadi salah satu pilar utama dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, penguatan mental dan spiritual diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri sebelum kembali ke tengah masyarakat.
"Melalui pengajian bersama MUI Kabupaten Probolinggo, kami ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan sebagai pedoman hidup bagi warga binaan, baik selama berada di rutan maupun setelah mereka bebas nanti," ujar Galih.
Ia menambahkan, pembinaan rohani yang dilakukan secara rutin menjadi bagian dari komitmen Rutan Kraksaan dalam menghadirkan program pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pembentukan karakter dan moral.
Sinergi dengan MUI Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin memperkuat pembinaan kepribadian warga binaan sehingga mampu mendorong perubahan perilaku yang positif. Dengan pendekatan yang berkelanjutan, Rutan Kraksaan menargetkan terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang religius, humanis, dan berorientasi pada rehabilitasi sosial.