beranda

Prabowo: BUMN Pertahanan Tak Boleh Dijual ke Asing

Senin, 13 Juli 2026 | 03:38 WIB
Ilustrasi Penegasan Prabowo Kepada BUMN Pertahanan (Dok. Ilustrasi)
 
KORANKITA.COM | LOMBOK — Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan badan usaha milik negara (BUMN), khususnya di sektor industri pertahanan, berpindah ke tangan asing. Menurut dia, perusahaan-perusahaan strategis nasional justru harus diperkuat agar mampu menjadi tulang punggung kemandirian pertahanan Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7/2026). Ia mengungkapkan bahwa sejumlah BUMN industri pertahanan sempat berada dalam kondisi yang membuka peluang untuk dijual kepada pihak asing.

"Saya larang. Perusahaan-perusahaan strategis ini harus kita bangkitkan," ujar Prabowo.

Presiden menyebut PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebagai contoh perusahaan yang kini terus didorong untuk kembali berkembang. Pemerintah, kata dia, tengah membenahi tata kelola BUMN agar lebih profesional, sehat, dan mampu bersaing di tingkat global.

Menurut Prabowo, penguatan industri pertahanan nasional tidak dapat dipisahkan dari upaya pemberantasan korupsi. Tata kelola yang bersih diyakini menjadi fondasi utama agar perusahaan negara mampu meningkatkan kapasitas produksi dan inovasi.

Ia mencontohkan kemajuan PT PAL yang kini mampu membangun kapal perang berteknologi tinggi. Perusahaan tersebut telah menghasilkan berbagai alutsista, termasuk kapal selam KRI Alugoro melalui skema alih teknologi dengan Korea Selatan serta Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter KRI Sampari yang diproduksi oleh insinyur Indonesia.

Prabowo juga mengungkapkan PT Pindad mulai memperoleh kepercayaan dari pasar internasional. Menurutnya, perusahaan itu akan memproduksi senapan dan senapan mesin untuk kebutuhan militer Arab Saudi.

"Senjata kita sudah teruji," kata Prabowo.

Di sisi lain, Presiden menilai prestasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) di berbagai ajang internasional menjadi bukti kemampuan sumber daya manusia Indonesia. Ia menyinggung keberhasilan TNI Angkatan Darat yang berulang kali meraih gelar juara umum dalam kejuaraan menembak tingkat Asia Pasifik di Australia.

Prabowo menegaskan, keberhasilan industri pertahanan maupun prestasi militer hanya dapat dicapai melalui kepemimpinan yang kuat, pengelolaan anggaran yang transparan, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Karena itu, pemerintah berkomitmen terus memperkuat BUMN strategis agar mampu menjaga kedaulatan negara sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

 
 
 

Tags

Terkini