Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menandatangani Book of Condolence atau buku duka cita sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada sosok yang dinilai memiliki peran besar dalam perjalanan Qatar modern.
Presiden tiba bersama Menteri Luar Negeri Sugiono dan disambut langsung oleh Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari.
Baca Juga: Prabowo Pangkas Harga BBM Nelayan Jadi Rp15.000, Kapal 30+200 GT Kini Lebih Ringan Melaut
Melalui pesan yang ditulis di buku duka, Prabowo menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas nama bangsa Indonesia sekaligus memanjatkan doa bagi almarhum.
“Atas nama rakyat dan Pemerintah Republik Indonesia, saya menyampaikan belasungkawa kami yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayah Amir Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Semoga Allah SWT Yang Mahakuasa menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” tulis Prabowo.
Kehadiran Presiden di Kedutaan Besar Qatar tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada almarhum, tetapi juga mencerminkan empati Indonesia terhadap rakyat dan Pemerintah Qatar yang tengah berduka.
Langkah tersebut sekaligus menegaskan eratnya hubungan persahabatan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Qatar. Di tengah suasana duka, komitmen kedua negara untuk terus menjaga hubungan bilateral yang hangat kembali diperlihatkan melalui penghormatan langsung yang diberikan oleh kepala negara.
Momen itu menjadi pengingat bahwa hubungan diplomatik tidak hanya dibangun melalui kerja sama politik dan ekonomi, tetapi juga melalui rasa saling menghormati dan kepedulian pada saat-saat penuh kehilangan.